PELUANG DAN TANTANGAN LITERASI DIGITAL

 


Literasi merupakan kemampuan membaca dan menulis. Literasi yang secara sederhana dapat diartikan sebagai melek huruf, kemampuan dan kecakapan baca tulis kini semakin terus digali dan disosialisaikan kepada khalayak. Terlebih lagi setelah terjadinya ledakan informasi. Kecakapan dan kecerdasan untuk menyaring informasi tersebut harus dimiliki seseorang dalam memilah informasi yang baik dan buruk. Perkembangan literasi menjadi penting untuk diperhatikan, karena literasi merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk menjalani kehidupan di masa depan. Literasi digital merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari informasi, literasi digital berfokus pada akses informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta solusi atas sulitnya mengakses informasi karena sudah ada layanan internet yang mempermudah dalam berbagai aktivitas masyarakat.


Di zaman globalisasi ini perkembangan teknologi sudah jauh lebih maju dengan berbagai perkembangan yang sudah ada. Seiring perkembangan zaman yang begitu cepat teknologi informasi begitu mudah diakses dari berbagai belahan dunia. Kemudahan melakukan kegiatan literasi pun menjadi faktor pendukung kemudahan akses literasi tanpa perlu membeli atau mendatangi langsung tempat – tempat membaca. Hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi dunia literasi di era digital, kemudian seperti apa peluang dan tantangan literasi di era digital?


Percepatan zaman membuat seluruh manusia mengharuskan melek media, seluruh informasi datang dari seluruh dunia dan literasi menjadi hal yang penting untuk menghindari ketidakbenaran informasi yang menjadikan pembodohan publik Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar di dunia dan pemerintah melihat ini sebagai peluanguntuk menciptakan 1.000 technopreneurs dengan nilai bisnis sebesar USD 10 Miliar dengan nilai e – commerce mencapai USD 130 Miliar pada tahun 2020 . Literasi menjadi peluang di era digital karena dengan banyaknya literasi membuat kita memiliki banyak pengetahuan yang bisa menghindarkan dari informasi hoax ataupun yang belum tervalidasi juga dapat menghemat waktu karena kemudahan akses membaca di media digital dengan adanya jaringan internet pula, digitalisasi dapat dijadikan media perantara untuk menuju praktik literasi yang dapat menghasilkan teks berbasis cetak Seperti kegiatan menulis di blog pribadi aplagi anak muda gemar menulis di jejaring sosial dapat diarahkan untuk berlatih menulis dan menemukan gagasan mengenai sesuatu yang familiar atau dekat dengan mereka.. Namun, tantangan dalam literasi tidak bisa dihindarkan, seperti yang kita ketahui UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Hal ini juga beriringan dengan datang seluruh informasi yang masih belum benar adanya dan serba instan sehingga masyarakat yang kurangnya minat literasi mudah terpengaruhi judul – judul yang dibuat hanya untuk menarik perhatian. Selain itu tantangan literasi di era digital yaitu literasi masih belum terlaksananya kegiatan literasi sehingga minat literasi kurang digandrungi oleh beberapa lapisan masyarakat yang menjadikan Indonesia tertinggal sangat jauh dari negara-negara lainnya di dunia, berdasarkan hasil laporan Program for International Student Assessment (PISA) pada Tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat 74 dengan skor membaca rata-rata 371.

Komentar